Risk reward ratio membandingkan jarak kerugian yang direncanakan dengan jarak keuntungan yang ditargetkan. Karena penulisan rasio sering berbeda, selalu jelaskan urutan angkanya.
Hitung dari tiga level
Dalam contoh hipotetis, acuan Rp1.000, batas risiko Rp950, dan target Rp1.100. Risiko per lembar Rp50 dan target per lembar Rp100. Dengan urutan risiko:target, rasionya 1:2. Jika ditulis target dibagi risiko, hasilnya 2.
Dua penulisan itu dapat menggambarkan rencana yang sama. Kebingungan muncul ketika angka 2 disebut tanpa keterangan pembilang dan penyebut.
Rasio tidak menghitung peluang berhasil
Target yang jauh dapat membuat rasio terlihat menarik sekaligus lebih sulit tercapai. Rasio saja tidak memberi tahu frekuensi target tercapai, ukuran selisih eksekusi, atau distribusi kerugian.
Dalam latihan sederhana tanpa biaya, satu hasil +Rp100 dan dua hasil masing-masing -Rp50 menghasilkan nol. Biaya akan mengubah hasil bersihnya. Contoh ini bukan perkiraan tingkat keberhasilan suatu strategi.
Masukkan keterbatasan nyata
- Gunakan asumsi harga masuk yang jelas.
- Perhitungkan biaya dan selisih eksekusi.
- Periksa likuiditas serta kemungkinan harga melewati batas.
- Evaluasi banyak kejadian dengan aturan yang sama.
Penjelasan risiko investasi Fidelity memberi konteks bahwa pengukuran tertentu tidak menghapus keseluruhan risiko investasi.
Radar Saham menampilkan level untuk membantu pengamatan. Angka pada simulasi tidak menggantikan hasil transaksi dan tidak menyatakan peluang profit. Skor teknikal 80% juga tidak dapat dipakai langsung sebagai probabilitas menang dalam perhitungan harapan hasil.
Untuk menyusun catatan lengkap, baca cara memantau saham, stop loss, dan take profit.
Contoh angka bersifat hipotetis. Data pasar dapat tertunda. Indikator, skor, dan level simulasi tidak menjamin hasil transaksi.
Praktikkan cara membaca hasil screening
Periksa waktu data, detail indikator, dan alasan setup pada dashboard Radar Saham.
Masuk / DaftarLihat informasi paket →