RSI atau Relative Strength Index merangkum momentum perubahan harga pada skala nol sampai seratus. Indikator ini bukan ukuran nilai wajar perusahaan dan bukan persentase peluang harga naik.
Kenali periode dan skala
Periode 14 lazim digunakan. Pada grafik lima menit, perhitungannya berkaitan dengan perubahan antar-candle lima menit, bukan otomatis 14 hari. Perubahan timeframe akan mengubah konteks hasilnya.
Area di atas 70 sering disebut overbought dan di bawah 30 disebut oversold. Sebutan ini membantu menggambarkan kondisi indikator; harga masih dapat melanjutkan tren ketika RSI berada di area ekstrem.
Definisi dan keterbatasan pembacaan tersebut dijelaskan pada panduan RSI Fidelity.
Gunakan contoh interpretasi
RSI 28 berarti indikator berada di bawah ambang 30 dalam definisi umum tadi. Kesimpulan “besok pasti rebound” tidak mengikuti angka tersebut. Periksa apakah tren harga masih turun, area yang sedang diuji, serta apakah candle pengamatan sudah selesai.
Demikian pula RSI 75 tidak menyatakan harga wajib turun pada candle berikutnya. Menjual hanya karena label ekstrem muncul dapat mengabaikan konteks tren yang sedang kuat.
Susun pemeriksaan berurutan
- Samakan timeframe grafik dan indikator.
- Periksa tren serta area harga terlebih dahulu.
- Gunakan RSI sebagai informasi momentum tambahan.
- Catat alasan dan kondisi pembatalan pengamatan.
Pada Radar Saham, angka RSI dapat muncul dalam ringkasan indikator. Skor strategi adalah ukuran lain yang merangkum aturan aplikasi. RSI 60 dan skor 60% memiliki arti berbeda dan tidak boleh disamakan.
Baca rebound saham untuk konteks pantulan serta indikator teknikal untuk memilih alat dengan fungsi yang saling melengkapi.
Contoh angka bersifat hipotetis. Data pasar dapat tertunda. Indikator, skor, dan level simulasi tidak menjamin hasil transaksi.
Praktikkan cara membaca hasil screening
Periksa waktu data, detail indikator, dan alasan setup pada dashboard Radar Saham.
Masuk / DaftarLihat informasi paket →