Gap harga adalah jarak yang terlihat ketika suatu candle memulai periode pada harga yang berbeda dari penutupan candle sebelumnya. Pada grafik saham, jarak ini sering menarik perhatian karena harga berpindah tanpa membentuk candle di semua tingkat harga di antaranya. Namun gap sendiri tidak menjelaskan alasan perpindahan atau arah berikutnya.
Gap naik dan gap turun
Gap naik terjadi ketika harga pembukaan periode baru berada di atas harga penutupan periode sebelumnya. Gap turun terjadi ketika pembukaan berada di bawahnya. Pada grafik harian, bandingkan candle hari ini dengan penutupan hari perdagangan sebelumnya. Pada intraday, pastikan Anda membandingkan candle yang berurutan dan timestamp yang benar.
Contoh hipotetis: candle sebelumnya menutup Rp500 dan candle berikutnya membuka Rp515. Selisih Rp15 adalah jarak dari penutupan ke pembukaan. Itu belum menunjukkan apakah candle berikutnya akan berakhir di atas Rp515. Harga dapat bergerak naik atau turun setelah pembukaan.
Periksa konteks di sekitar gap
Lihat ukuran gap terhadap pergerakan normal saham tersebut, volume yang benar-benar tercatat, dan posisi harga terhadap area sebelumnya. Periksa apakah ada peristiwa perusahaan atau perubahan data yang membuat grafik perlu dibaca hati-hati. Jangan menganggap setiap ruang kosong pada tampilan chart sebagai gap perdagangan; data yang tidak lengkap dan pilihan penyesuaian harga juga dapat mengubah tampilan historis.
Jika gap muncul bersamaan dengan perubahan HHMA, bedakan dua kejadian itu: gap membandingkan pembukaan dan penutupan antarcandle, sedangkan sinyal HHMA berasal dari pergantian warna segmen garis pada candle terkonfirmasi. Cara membaca candlestick saham menjelaskan komponen OHLC yang dibutuhkan untuk pengecekan tersebut.
Hindari keputusan hanya dari satu candle
Sebuah gap naik bisa bertahan, menyempit, atau tertutup kemudian. Tidak ada aturan bahwa gap harus ditutup. Tuliskan skenario yang akan membatalkan pengamatan Anda, batas risiko, serta harga aktual yang bisa dieksekusi. Bila harga bergerak terlalu jauh dari acuan sinyal, mengejar harga dapat mengubah rasio risiko dan hasil yang Anda rencanakan.
Gunakan support dan resistance saham serta risk reward ratio saham sebagai bahan membaca area harga. Contoh di artikel ini hanya untuk edukasi, bukan estimasi pergerakan atau rekomendasi saham tertentu.
Contoh angka bersifat hipotetis. Data pasar dapat tertunda. Indikator, skor, dan level simulasi tidak menjamin hasil transaksi.
Praktikkan cara membaca hasil screening
Periksa waktu data, detail indikator, dan alasan setup pada dashboard Radar Saham.
Masuk / DaftarLihat informasi paket →